Couple Journey
-
September 2017
HOW WE MET
Retno
Saat itu aku seorang mahasiswi semester akhir dan sedang magang. Untuk sementara aku ditempatkan di meja kerja yang sedang kosong, ditinggal libur oleh pemiliknya yang bernama Suwito. Saat bertemu, tiada keistimewaan dari "Halo" pertama kami namun perlahan kami mulai akrab saat Ko Suwito ditunjuk menjadi buddy-ku (orang yang membantu program adaptasi karyawan baru), berlanjut menjadi teman mengurus acara, teman kerja lembur di akhir pekan, teman makan, guru skripsi, teman mengobrol, dan teman bermain game. Tak terpikirkan sebelumnya, ia juga akan menjadi teman hidup.
-
December 2018
START THE JOURNEY
Suwito
Retno pernah bilang, aku sebaiknya mengurangi lembur agar punya waktu bertemu jodoh. Nyatanya aku justru berjodoh dengannya karena saat itu kerap lembur bersama. Perasaanku tumbuh dari obrolan-obrolan yang terbentuk. Bercakap tentang impian, pekerjaan, gaya hidup, konflik, vegetarian, kepercayaan, dan berbagai hal random lain. Hal utama yang kusukai adalah karakternya yang open minded, terlihat dari caranya meresponi banyak hal. Suatu Sabtu, tak sengaja kami bisa pergi berdua. Karena kesempatan semacam ini mungkin tidak datang dua kali dan ada kemungkinan didahului orang lain, kuberanikan diri mengungkap perasaan meski saat itu belum tahu bagaimana jawaban dan kelanjutannya. Tapi aku tidak menyesal, karena jika tidak melangkah maka perjalanan ini mungkin tidak pernah dimulai.
-
2019 - 2022
LOVE BLOOMS
Retno
Tahun 2019 kami resmi memulai hubungan dengan tujuan yang baik dan serius.
Dia tidak pernah memberikan bunga, membukakan pintu mobil, dan menyiapkan hal romantis. Tapi ia selalu memberi yang kuperlukan yaitu perhatian, komunikasi yang baik, dan yang baru kusadari begitu penting: sikap open minded. Oleh karena itu kami bertahan hampir 4 tahun tanpa adanya pertengkaran yang besar. That's how our love blooms. Ia bisa memberi pendapat tanpa menyalahkan, berdiskusi tanpa memaksakan, meminta maaf tanpa pembelaan diri, tidak fokus pada siapa yang salah melainkan pada penyelesaiannya. Bukan hanya hal serius namun aku juga nyaman bercanda dengannya karena ia punya sisi konyol sepertiku. I know that our hearts wouldn't always bloom, sometimes they wither... but we need to keep watering them with faith, hope, and love.
-
October 2022
THE BEGINNING
Suwito
Hari pernikahan kami bukan suatu akhir melainkan baru permulaan.
Aku menantikan sebuah perjalanan yang lebih panjang bersamanya, proses belajar tanpa henti, dan proses memaafkan serta perbaikan.
May our love story be a blessing to you and your wishes bless us, have a great day! 🙂
































